Saya adalah orang yang tidak percaya dengan kebetulan
Buat saya, segala sesuatu yg terjadi adalah sign. Pertanda.
Tinggal saya pintar2 menerjemahkan pertanda itu mengarah kemana
Jadi...
Beberapa bulan ini saya lagi lumayan jenuh-jenuhnya sama rutinitas
Pekerjaan yg segudang
Skripsi yang ngga tuntas tuntas
Semua menghantam saya sampai rasanya saya mau meledak
Pekerjaan sih yang sedang masuk dalam zona bosaaan bosannya.
Menggiring saya untuk segera menyelesaikan kuliah dan hengkang dari tempat saya bekerja saat ini.
Bukan karena pekerjaan, gajih, jarak, lingkungan atau apapun
Tapi saya merasa, sangat sangat jenuh
Saya ingin menghirup "udara baru"
Sementara ini, untuk mengatasi kejenuhan, saya putar meja kerja saya berlawanan arah dengan posisi kerja saya semula
Ya, hal kecil semacam ini lumayan membantu memperbaiki mood saya. Dan ya, saya memang orang yang moody tingkat akut.
Bicara mengenai keajaiban, jadi sekarang ini saya sedang disibukan oleh usaha menggarap investor agar perusahaan saya dapat membentangkan sayapnya lebih lebar
Saya, dipercaya untuk menjadi perwakilan perusahaan untuk melakukan beberapa meeting dengan para calon.
ada yang tahu Abdul Latif? Yang katanya pemilik pasar raya itu, mantan mentri atau apalah itu, nah saya berkesempatan meeting dengan istrinya. Meeting dengan istri pejabat meen. Si anak 21 tahun ini ngopi bareng, terus ngomongin bisnis laundry.
Untung sudah dibekali talk inc, jadi sudah bisa mempositioningkan diri sebagai seorang profesional.
Dan untungnya, waktu meeting saya ngga tau latar belakang kolega saya yang ternyata ibu pejabat itu, kalau tahu, waah ngga kebayang ini tangan, dinginnya bakal kaya bagaimana -.-
Balik lagi kemasalah keinginan saya untuk walkout, dulu saya sudah pernah kepikiran bahkan sudah sempat diterima kerja ditempat lain. Tapi, saya punya obsesi, saya bisa tenang pergi dari sana kalau saya berhasil buka outlet dari hasil kerja saya sendiri. Pak boss ngga boleh ikut campur!
Dan, kesempatan ini muncul.
Ini pertanda saya harus move up, atau bagaimana ya?
Entah lah
Saya pun jadi bingung. Tapi yg jelas, sekarang ini lagi on fire bgt! Semoga beneran jadi rezeki yaaa.
Aamin
Oiya, kelas talk inc sesi speaking impresively sudah selesai. Yaaah :(
Cepet bgt ya.
Sesi terakhir kemarin diisi dengan perform bagaimana memperkenalkan diri yang baik dan catchy.
"Hai, nama saya milda veronika, biasa dipanggil milda"
Adalah kalimat yg harus saya lafalkan berulang ulang.
Kita semua (saat itu hanya ada 6 murid) diminta berdiri, menghadap tembok, dan berbicara dengan tembok.
Beerulang ulang sampai akhirnya kita berbalik, membentuk lingkaran, dan mengucapkan kalimat tadi dengan gesture sebaik mungkin.
Kalau dibayangin gampang ya? Cuma sebut nama doang kan?
Tapi nyatanya? Susaaaaah bro!
Permasalahan saya adalah tentang kedewasaan. Ehm.
Menghilangkan pembawaan yang, yaaaa you know lah.
Mas Didit sampai bilang "mil, dewasa miil, depan lo calon investor nih" dan yang lain pun sontak tertawa. Haha -.-
Setelah diulang beberapa kali barulah ketemu gaya yang pas dan cukup dewasa. Hihi
Kemudian, karena sesi terakhir, akhirnya saya coba minta ditelaah tulisan tangan saya oleh salah satu teman yg ahli graphologist. *yg gatau artinya silahkan google*
Mba Diti bilang kemampuan diplomatis saya baik, dan memang cocok dibidang yang sedang digeluti sekarang ini. Tapi, permasalahan yg harus dirubah adalah sifat introvert. Kurang membuka diri. Cenderung sudah nyaman dengan zona yang sekarang.
Huuuh PR nya tuh. Supaya bisa jadi manusia yang lebih berkualitas lagi.
Mangaaats!
Sampai dirumah terbesit lah untuk minta pendapat teman2 kampus mengenai cara saya dalam presenting.
Dan anehnya, dari beberapa responden yang dipilih secara acak, mereka semua bersuara kalau saya terlihat cukup yakin dan percaya diri.
Hmmm belum tau juga seberapa objektifnya penilaian itu, tapi kalau saya lihat salah satu rekaman ketika saya presentasi mengenai bisnis research memang kelihatannya sih keren *uhuk!*
Padahal, saat itu sensasi nya diliatin banyak orang tuh hmmmmmmmmm kaya lagi diliatin banyak orang!
*krik krik krik*
Ayok presentasi lagi yok!
Kapan sih sidang?
*gaya bgt nantangin*
Btw, kita ngga boleh underestimate sama apapun, siapapun, kapanpun.
Ngga ada yg ngga mungkin itu adalah fakta yang sudah terpampang nyata di hidup saya.
Dulu saya pernah mengabaikan kehadiran seseorang karena saya merasa tdk perlu lah khawatir dengan keberadaannya, tapi ternyata malah dia yang tdk pernah masuk dalam hitungan, yang bahkan tak sebelah mata dari pandangan, yang menggantikan posisi saya :p
Dulu, waktu mau ke puncak, waktu mau nentuin naik motor sama siapa, saya bilang sama sahabat saya, saya sama dia aja, karena ngga mungkin deh saya sama dia. Dia kan ..........
Eeeh malahan sekarang dia jadi orang yang paliiiing ........... :p
Pelajarannya, ketika kita mengecilkan sesuatu, seseorang atau apapun itu, boleh jadi Allah marah, Allah tersinggung. Ya secara kan, apaaa coba yang Allah ngga bisa. Yang terjadi, maka terjadilah!
Jadi, udah ah, stop menganggap sesuatu, apapun itu ngga mungkin.
Karena ngga ada yg ngga mungkin di dunia ini
Ngga ada yang ngga mungkin bagi sang Maha Besar.
Bermimpi setinggi tinggi nya, sebanyak banyak nya, se hebat hebat nya. Dan jangan pernah mengecilkan, meremehkan, apapun, kapanpun.
Peace out!
Ps : obat paling mujarab menghilangkan penyakit hati adalah dengan meluapkan penyakit hati itu sendiri. Ngga percaya? Coba deh! Haha
Harus sering2 lari supaya bisa ngelatih diafragma, supaya bisa gunain suara perut. Ketemu lagi kaaan sama suara peruut -.-
Yuk ah bye!
Sincerely,
Mild <3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar