2 pepatah itu sering banget kita dengar.
Dan ya, keduanya absolutely tepat banget.
Sifat kita sedikit banyak adalah warisan dari ayah bunda kita.
pada diri saya, keras kepala, sotoy, dan (kadang) lumayan bijaksana (ehm) adalah hal hal yg menurun dari sosok bapak.
Makanya, kalau ada nominasi orang ter sotoy pasti yg dapet bapak, dan runner up nya pastilah saya! Haha
Beberapa cara berfikir saya juga berkiblat pada beliau. Percakapan semalam salah satunya. "Cewe, kalau abis kuliah tinggi2 kemudian nikah sih, sayaang bgt. Kalau gitu mending ngga usah capek2 selama ini puter otak" - paparons
Somehow, kalian yg baca ini pasti banyak yg ngga sependapat. Karena wanita sekolah tinggi kan supaya bisa memproduseri generasi bangsa yg lebih baik.
Tapi pemikiran bapak pun tdk bisa disalahkan. Karena menurut bapak, ketika kita sudah sampai ke satu titik, maka di titik itu, haruslah ada pencapaian yg berarti.
Dan menurutnya, ketika wanita sudah menikah maka gerak nya akan menjadi terbatas karena ketika itu pemikirannya sudah terpecah. Dan kita pun tau, sesuatu yg tdk fokus maka pencapaiannya tdk lah akan maksimal.
And i 100% agree with it.
Nah, kalo sifat tdk suka berbasa basi, alias ngomong jujur terbuka apa adanya, bawel, suka nyanyi, serta melakukan sesuatu dengan tulus & total, itu adalah turunan langsung dari sosok mama.
Hmm pernah ada beberapa teman bilang pada saya,
"Semua hal itu tdk harus dikatakan, ada hal2 yg sebaiknya disimpan sendiri"
Dalam kasus saya, (dan mungkin juga mama) Saya tdk pernah mengerti bagaimana cara mengimplementasikan quote tersebut.
Mungkin kalau kamu hidup sendiri, itu berlaku. Tapi kamu kan tidak hidup sendiri. Buat apa punya seseorang yg di spesialkan (keluarga, pasangan hidup, dsbg) sedangkan kamu masih menyembunyikan beberapa hal dari dirinya.
Pemikiran ini lah yang membuat saya sangat menghargai orang2 yg terbuka, dan akan sangat marah terhadap mereka yg tdk terbuka padahal saya sudah menganggap mereka adalah salah satu yg spesial itu.
Mungkin, keterbukaan ini ada, lantaran hal ini adalah nilai yg sangat dijunjung tinggi dikeluarga kami. Kami selalu menyempatkan diri untuk berkumpul diruang tengah dan saling berbagi cerita apa yg terjadi hari ini. Cerita semua hal : sekolah, pekerjaan, pertemanan, percintaan, hehe.
Oiya, keluarga saya juga bukan tipikal pelarang. saya selalu diberikan kebebasan dengan syarat wajib lapor. Dan mereka meletakan kepercayaan penuh pada saya. Dan kepercayaan tersebut adalah hal yg akan selalu saya jaga baik baik.
Seiring bertambahnya usia, bertambah pula kecintaan saya pada orang tua saya.
Dulu, ketika saya berumur hmm mungkin sekitar 10-15 tahun, saya selalu berikrar kalau saya anaknya bapak. Dulu, mama itu , duuuh, mungkin karena hobinya marah2 melulu! (padahal kalo dipikir2 dulu doi marah2 emg karena saya nya juga sih yg bandel).
kisaran umur segitu, saya bisa dibilang lebih cinta bapak daripada mama.
Iya, karena bapak selalu memperlakukan saya seperti putri kecil sedangkan mama haaaaaah... "Milda, nyapu, abis itu ngepel" padahal saya lg asik2nya nonton doraemon. Hehe
Tapi, ketika saya masuk smk, sampai sekarang mama bergeser posisinya dari nyonya besar yg bawel menjadi sahabat tempat curhat. Kalau saya pulang dan beliau sudah masuk kamar, saya pasti gangguin doi tidur dengan berceloteh tentang apa yg terjadi hari itu, apa yg sedang di pikirin, apa yg sedang di rasain.
Yagitulah, sedikit banyak mengenai rumah tempat saya berpulang.
By the way, pak boss minggu lalu melaksanakan ibadah umroh. Doi lucu deh, sehari sebelum pergi, dia cerita tentang apa aja persiapannya, hal2 yg dia pikirkan tentang disana nanti, siapa saja yg pergi bersamanya, macem2 lah.
Dan seperti biasa, obrolan dengan beliau selalu menghasilkan banyak sekali pemikiran pemikiran positiv yang menginspirasi.
Kita bicara mengenai bedanya mau, dengan niat.
Dan yaaa, sekian lama saya baru paham hadis yg bilang "segala sesuatu tergantung niatnya". Dan dia cerita ke saya bagaimana ajaibnya ketika kita sudah berniat, dan percaya bahwa Allah itu ada dan Allah itu sangat baik.
Nanti, kalau sudah lulus bayaran kuliah, mau nabung buat umrah! Niat niat niat. 2 tahun setelah lulus Insya Allah terlaksana :D
Aamiin
Oiya, kemarin liat instagramnya Dian Satro, doi foto waktu lagi ambil shm kpr, setelah 6 tahun.
Dan dia bilang, wanita bisa kok, dengan uang sendiri, beli rumah. And yes, itu sangaaat menginspirasi.
Tapi, saya punya sedikit masalah. Pada awalnya, life map saya, umur 21 tahun ini akan saya isi dengan jalan2, umur 22 nabung untuk down payment kpr.
Nah, kemudian muncul lah niat umroh, sedangkan dari pendapatan kalau di kalkulasiin supaya bisa terwujud dua hal tsb sih...... = Mesti puasa setiap hari :p
Haha
Eh, tapi Allah kan baik. Aku kerjakan bagian ku dan juga disertai doa, dan sisanya biar Dia yang ngatur. Allah always gives best for us kan.
Percaya!
Assalammmualaikum ❤
Tidak ada komentar:
Posting Komentar