It was 16/06/2013 , 23:35 , ketika saya memutuskan membuka
notebook. Bukan untuk mengerjakan 2 grand paper yang sudah hampir mendekati
deadline, bukan juga untuk menyelesaikan tugas kantor yang harusnya di submit hari
Jumat lalu, tapi memang karena sedang ada pikiran melintas di dalam otak saya.
Sepanjang 2 minggu lalu merupakan minggu yang penuh dengan
duka bagi 2 orang teman main saya sejak kecil dirumah. Hari minggu, ayah dari
Dewi meninggal dunia. Setelah hari minggu itu, Jumat 2 minggu berikutnya,
tepatnya Jumat minggu ini, Ibu dari Cia yang berpulang ke pelukan Allah SWT.
Saya main sama 2 teman saya sejak saya berumur 9 tahun. Kami
memiliki kelompok bermain yang terdiri dari saya, via, cia, dewi dan andika.
Selama 12 tahun pertemanan tersebut belum pernah diantara kelompok pertemanan
kami maupun dengan kumpulan cowo2 sekitar rumah yang berduka karena ada orang
tua yang dipanggil. Dan ketika hal itu terjadi, setelah 12 tahun kebersamaan,
dan hal itu langsung saja terjadi tanpa ada yang bisa mencegah, tanpa ada yang
bisa menolak.
Seperti yang sudah banyak digaungkan : umur, rezeki, jodoh adalah seutuhnya hak monopoli dari
Tuhan untuk menentukan.
Ketika kita berduka,
maka kita akan melihat siapa saja orang2 yang peduli sama kita. Mereka
berdatangan, untuk sekedar mengucapkan 2 kata : Sabar ya... dan 2 kata itu akan menjadi 2 kata yang tidak hanya
sekedar 2 kata, karena 2 kata itu mengalir dari orang-orang yang memang
benar-benar peduli.
Dari 2 kejadian tersebut, memotivasi saya untuk kembali
merajut tali-tali silaturahmi yang sudah mulai merenggang. Kehidupan kuliah dan
kerja nampaknya membuat saya seperti lupa berpijak di tanah. Terlalu larut
kemudian tenggelam dalam 2 hal tersebut, sehingga agak lalai untuk
bersosialisasi secara nyata. Amit-amit
deh kalau hanya bisa/baru bisa bertemu dengan kawan lama ketika berada dalam
situasi duka. Toh menjalin silaturahmi = memanjangkan umur dan melapangkan
rizki.
Berangkat dari pemikiran itu akhirnya saya memulai
mengkontak kembali teman – teman lama saya dan melakukan pertemuan. Sudah
terealisasi pada beberapa sahabat di smk dan sahabat ketika masih Merah –
Putih.
Yaah... semoga ini bisa terealisasikan dengan baik sebelum
puasa tiba, bulan depan J
Sampai jumpa
Salam,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar